Integrasi Kesehatan Mental pada Remaja dan Lansia Berbasis Edukasi, Skrining, dan Penguatan Koping Adaptif

Authors

  • Saidah Syamsuddin Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Dinda Sahyati Rizki Nalia Pohan Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Khoirunnisa Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Masnaeni Awaliah Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Ruth Faustine Jontah Rayo Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • dr. Rina Nurul Qalbi Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Maya Angela Lisal Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Riskawaty Salim Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Agus Durman Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Athitah Pratiwi Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Erlyn Limoa Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Hawaidah Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Andi Suheyra Syauki Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Agus Japari Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Hidajah Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Indrawaty Suhuyanli Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Ifa Tunisya Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Wempy Thioritz Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Sonny Teddy Lisal Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/aabbv369

Keywords:

Kesehatan mental, depresi, cemas, geriatri, remaja

Abstract

Peningkatan kesehatan mental pada kelompok rentan, khususnya remaja dan lanjut usia (lansia), menjadi perhatian penting. Remaja berisiko mengalami depresi dan kecemasan akibat tuntutan adaptasi akademik dan sosial, termasuk di lingkungan pesantren dan lembaga pembinaan, sementara lansia rentan terhadap kesepian, isolasi sosial, depresi, dan penurunan fungsi kognitif yang memengaruhi kualitas hidup serta kemandirian. Artikel ini mengintegrasikan tiga kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental, mendeteksi dini gangguan emosional, dan memperkuat strategi koping adaptif melalui edukasi serta skrining psikologis. Kegiatan menggunakan desain deskriptif potong lintang berbasis komunitas di Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Gombara Kota Makassar, LPKA Kelas II Kabupaten Maros, dan Puskesmas Turikale Kabupaten Maros, meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, tanya jawab, serta skrining menggunakan PHQ-9, GAD-7, dan GDS-15. Hasil pada 41 remaja pesantren menunjukkan mayoritas mengalami depresi ringan (63,4%) dan hampir separuhnya tanpa kecemasan (48,8%), dengan rerata skor PHQ-9 6,00 dan GAD-7 5,85. Pada 40 remaja binaan LPKA, sebagian besar mengalami depresi ringan hingga sedang (masing-masing 32,5%) serta kecemasan ringan (37,5%) hingga sedang (32,5%). Pada 20 lansia di Puskesmas Turikale, rerata skor GDS-15 sebesar 2,80, dengan 75% kategori normal dan 25% menunjukkan kemungkinan depresi. Peserta dengan kategori sedang hingga berat dirujuk untuk pendampingan lanjutan. Seluruh kegiatan memperoleh partisipasi yang baik, menegaskan bahwa integrasi edukasi kesehatan mental dan skrining psikologis merupakan pendekatan promotif-preventif berbasis komunitas yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan mental dan mendukung deteksi dini gangguan psikologis pada berbagai kelompok usia.

Author Biographies

  • Saidah Syamsuddin, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Kepala Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

     

  • Dinda Sahyati Rizki Nalia Pohan, Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Residen Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Khoirunnisa, Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Residen Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Masnaeni Awaliah, Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Residen Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Ruth Faustine Jontah Rayo, Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Residen Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • dr. Rina Nurul Qalbi, Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Residen Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Maya Angela Lisal, Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Residen Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Riskawaty Salim, Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Residen Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Agus Durman, Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Residen Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Athitah Pratiwi, Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Residen Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Erlyn Limoa, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Sekretaris Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Hawaidah, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Andi Suheyra Syauki, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Sekretaris Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Agus Japari, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Hidajah, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Indrawaty Suhuyanli, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Ifa Tunisya, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Wempy Thioritz, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

  • Sonny Teddy Lisal, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

    Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

References

1. World Health Organization. Adolescent mental health [Internet]. Geneva: WHO; 2024 [cited 2026 May 18]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health

2. Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI; 2019.

3. Kementerian Kesehatan RI. Laporan Provinsi Sulawesi Selatan Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI; 2019.

4. Erskine HE, Maravilla JC, Wado YD, Wahdi AE, Loi VM, Fine SL, et al. Prevalence of adolescent mental disorders in Kenya, Indonesia, and Viet Nam measured by the National Adolescent Mental Health Surveys (NAMHS): a multi-national cross-sectional study. Lancet. 2024;403(10437):1671–80.

5. Racine N, McArthur BA, Cooke JE, Eirich R, Zhu J, Madigan S. Global prevalence of depressive and anxiety symptoms in children and adolescents during COVID-19: a meta-analysis. JAMA Pediatr. 2021;175(11):1142–50.

6. Liu Z, He Y, Lee DT, et al. Global burden of depression and anxiety among adolescents and young adults from 1990 to 2021. BMC Psychiatry. 2025;25:72.

7. Mugisha J, Ward PB, Kinyanda E, Kwiringira JN, Kiwuwa MS, Symon W, et al. The prevalence of depression and anxiety and associated factors among school-going adolescents in poverty and conflict-affected settings in Uganda. BMC Psychiatry. 2025;25:1103.

8. Silva SA, Silva SU, Ronca DB, Gonçalves VSS, Dutra ES, Carvalho KMB. Common mental disorders prevalence in adolescents: a systematic review and meta-analyses. PLoS One. 2020;15(4):e0232007.

9. Erskine HE, Maravilla JC, Fine SL, Ramaiya A, Li M, Wahdi AE, et al. Bullying victimisation and perpetration and the association with mental disorders among adolescents in Kenya, Indonesia, and Vietnam: findings from the National Adolescent Mental Health Surveys. Child Adolesc Psychiatry Ment Health. 2025;19(Suppl 1):87.

10. Moore SE, Norman RE, Suetani S, Thomas HJ, Sly PD, Scott JG. Consequences of bullying victimization in childhood and adolescence: a systematic review and meta-analysis. World J Psychiatry. 2017;7(1):60–76.

11. Hutson E, Kelly S, Militello LK. Systematic review of cyberbullying interventions for youth and parents with implications for evidence-based practice. Worldviews Evid Based Nurs. 2018;15(1):72–9.

12. World Health Organization. Mental health of older adults [Internet]. Geneva: WHO; 2023 [cited 2026 May 18]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-of-older-adults

13. Reynolds CF, Lebowitz BD, Schneider LS. Depression and anxiety in older adults: the need for integrated mental health services. N Engl J Med. 2022;386(18):1722–30.

14. Santini ZI, Jose PE, Cornwell EY, Koyanagi A, Nielsen L, Hinrichsen C, et al. Social disconnectedness, perceived isolation, and symptoms of depression and anxiety among older Americans. Aging Ment Health. 2020;24(2):365–74.

15. Fonseca-Pedrero E, Díez-Gómez A, Pérez-Albéniz A, Al-Halabí S, Lucas-Molina B, Debbané M. Youth screening depression: validation of the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) in a representative sample of adolescents. Psychiatry Res. 2023;328:115486.

16. Johnson SU, Ulvenes PG, Øktedalen T, Hoffart A. Psychometric properties of the General Anxiety Disorder 7-item (GAD-7) scale in a heterogeneous psychiatric sample. Front Psychol. 2019;10:1713.

17. Wado YD, Njeri A, Odunga SA, Akuku I, Wahdi AE, Fine SL, et al. The association between adverse childhood experiences and mental disorders among adolescents in Kenya, Indonesia, and Vietnam: evidence from the National Adolescent Mental Health Surveys. Child Adolesc Psychiatry Ment Health. 2025;19(Suppl 1):86.

Downloads

Published

2026-09-06