Peningkatan Pengetahuan Masyarakat mengenai Diabetes Melitus dan Hipertensi melalui Edukasi Prolanis di Puskesmas Pacet Kabupaten Mojokerto

Authors

  • Adinda Ayu Noveriera Depertemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Nutdfah Nurmiftsa Depertemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Nurwasilah Depertemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Ardhi Wanda Depertemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Sucipto Depertemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Sukma Sahadewa Depertemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/g7tteq18

Keywords:

Diabetes, hipertensi, prolanis, edukasi kesehatan, puskesmas pacet

Abstract

Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen mandiri secara disiplin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta Prolanis di Puskesmas Pacet mengenai manajemen DM dan hipertensi melalui edukasi menggunakan media lembar balik (flipchart). Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test–post-test. Kegiatan melibatkan 30 peserta Prolanis sebagai responden. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi menggunakan lembar balik yang mencakup definisi, faktor risiko, gejala klinis, hingga manajemen krisis, disertai diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan literasi kesehatan yang signifikan pada seluruh responden, di mana sebagian besar peserta mencapai skor maksimal pada evaluasi akhir. Penggunaan media lembar balik terbukti efektif sebagai alat bantu visual, terutama pada kelompok lansia, dalam menyederhanakan informasi medis yang kompleks.Kesimpulannya, intervensi edukasi terstruktur dengan desain pre-eksperimental ini mampu memberikan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman pasien terhadap manajemen penyakit kronis.

References

1. World Health Organization. Diabetes. Geneva: World Health Organization; 2023. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes

2. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PERKENI; 2021.

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2. Jakarta: Kemenkes RI; 2021.

4. World Health Organization. Hypertension. Geneva: World Health Organization; 2023. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Hipertensi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.

6. James PA, Oparil S, Carter BL, Cushman WC, Dennison-Himmelfarb C, Handler J, et al. 2014 Evidence-Based Guideline for the Management of High Blood Pressure in Adults (JNC 8). JAMA. 2014;311(5):507–520. doi:10.1001/jama.2013.284427

7. International Diabetes Federation (IDF). IDF Diabetes Atlas. 10th ed. Brussels: International Diabetes Federation; 2021.

8. Johnson HM, Shimbo D, Abdalla M, Altieri MM, Bress AP, Carter J, et al. Guideline for the Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in Adults. Circulation. 2025;152(11):e114–e218. doi:10.1161/CIR.0000000000001346

9. Notoatmodjo S. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Edisi revisi. Jakarta: Rineka Cipta; 2020.

10. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes); 2019.

Downloads

Published

2026-04-15