Kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim: Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja

Penulis

  • angkatan 2 MPPDS obgyn UMI angkatan 2 MPPDS obgyn UMI FK UMI
  • Faridhah Ulfah Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Dian Permatajaya Rimi Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Dwi Admi Sucita Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Fery Wijaya Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Abadi Aman Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Abdul Rahman Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Nasrudin M Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Masita Fujiko Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Anna Sari Dewi Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Trika Irianta Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Ayu Sarrah Sofyan B Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/10eb7734

Kata Kunci:

Pengabdian masyarakat, kesehatan reproduksi remaja, penyuluhan, anak yatim, edukasi kesehatan

Abstrak

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kesehatan. Salah satu isu penting yang perlu mendapat perhatian adalah kesehatan reproduksi remaja, mengingat masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko terjadinya perilaku berisiko, seperti pergaulan bebas, infeksi menular seksual, serta kehamilan tidak diinginkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang komprehensif untuk membekali remaja dengan pengetahuan yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan reproduksi remaja yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama anak yatim pada tanggal 28 Maret 2025 pukul 17.00 WITA di Aula Lantai 12 Gedung Baru RS Ibnu Sina YW-UMI. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari anak yatim dan remaja. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi edukasi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta pemberian motivasi terkait pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini. Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang pubertas, kebersihan organ reproduksi, pencegahan perilaku seksual berisiko, serta pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep dasar kesehatan reproduksi remaja dan pentingnya menjaga perilaku hidup sehat. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk menjaga kesehatan reproduksi serta menjadi langkah preventif dalam mengurangi berbagai permasalahan kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Selain itu, kegiatan buka puasa bersama memberikan nilai sosial dan spiritual yang mempererat kebersamaan serta kepedulian terhadap anak yatim.

Referensi

1. N. Alam, L. Merry, J. Browne and Q. Nahar, "Adolescent sexual and reproductive health challenges in low-income settings," Front. Public Health, 2023.

2. S. Hussain, S. Ahsan, A. Ali, H. Khan, S. Tibi and H. Mohsin, "Exploring the impact of Ramadan fasting on women's reproductive health: A narrative review," Womens Health (Lond), 2026.

3. M. Plesons, A. Patkar and J. Babb, "The state of adolescent menstrual health in low- and middle-income countries and suggestions for future action and research," Reprod Health, vol. 18, no. 31, 2021.

4. M. Ikhsan, M. Siregar and R. Muharam, "The relationship between Ramadan fasting with menstrual cycle pattern changes in teenagers," Middle East Fertility Society Journal, vol. 22, no. 1, pp. 43-47, 2022.

5. M. Rad, "From self-deprivation to cooperation: How Ramadan fasting influences risk-aversion and decisions in resource dilemmas," Current Research in Ecological and Social Psychology, vol. 5, 2023`.

6. J. Wu and E. Jacobson-Dickman, "The impact of nutrition, exercise, and pharmacotherapy on menstrual health in adolescents with overweight and obesity," Nutrition, 2026.

7. M. van Hooff, M. Caanen and H. Peters, "Adolescent menstrual cycle pattern, body mass index, endocrine and ovarian ultrasound characteristics of PCOS and future fertility, cardiovascular-, and metabolic health: a 25-year longitudinal follow-up study," Hum Reprod, vol. 40, no. 1, pp. 138-147, 2025.

8. H. Güzeldere, E. Efendioğlu and S. Mutlu, "The relationship between dietary habits and menstruation problems in women: a cross-sectional study," BMC Women's Health, vol. 24, 2024.

9. O. W. Akande, M. Muzigaba, E. U. Igumbor, K. Elimian, O. A. Bolarinwa, O. I. Musa and T. M. Akande, "The effectiveness of an m-Health intervention on the sexual and reproductive health of in-school adolescents: a cluster randomized controlled trial in Nigeria," Reprod Health, vol. 21, no. 6, 2024.

10. M. Siddiqui, I. Kataria, K. Watson and V. Chandra-Mouli, "A systematic review of the evidence on peer education programmes for promoting the sexual and reproductive health of young people in India," Sex Reprod Health Matters, vol. 28, no. 1, 2020.

Diterbitkan

2026-08-23

Terbitan

Bagian

Articles